Kamis, 25 Februari 2016

ANIMASI

HELLO GUYS DIBAWAH INI ADLH CONTOH ANIMASI





SEJARAH AIRBUS A380

WAH, KETEMU SAYA LAGI.
INI ADLH BLOGSAYA  SEJARAH AIRBUS A380

Airbus A380

 

Airbus A380 yang diproduksi oleh Airbus S.A.S. adalah sebuah pesawat berbadan lebar dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Pesawat ini melaksanakan penerbangan perdana pada 27 April 2005 dan telah memulai penerbangan komersial pada akhir tahun 2007 setelah ditunda beberapa kali. Pesawat ini juga merupakan pesawat komersial (pesawat penumpang) terbesar yang pernah dibuat (dijuluki Superjumbo).
Saat pesawat pertama dibuat dan terbang mengangkasa ukuran pesawat terus dibuat semakin besar. Pada tahun 1950an Boeing memproduksi 707 yang besar. kemudian pada tahun 1970, Boeing memproduksi dan meluncurkan Boeing 747 yang berukuran lebih besar lagi. Tahun 2006, pesawat raksasa A380 baru mengangkasa.
Airbus A380 dikembangkan untuk mengatasi masalah yang semakin bertambah berkaitan dengan kepadatan dan sistem kontrol trafik udara yang mulai kesulitan dengan banyaknya jumlah pesawat. Pesawat yang pada awalnya dinamai A3XX kemudian dinamai menjadi A380 mengikuti program peluncuran resminya pada akhir 2000. Setelah mulai beroperasi, pesawat ini menjadi pesawat super jumbo-jet pertama yang mempuyai double-deck penuh seperti halnya competitor pertamanya Boeing 747. Walaupun banyak orang berpendapat bahwa industri pesawat terbang belum siap untuk pesawat raksasa seperti itu, tetapi Airbus yakin bahwa perusahaannya akan memperoleh keuntungan ketika pesawat ini semakin dibutuhkan pada 2020. Selanjutnya, Airbus menyatakan akan ada kebutuhan potensial untuk pesawat ini sekitar 1.200 pesawat penumpang dan 300 untuk model pengangkut.
Walaupun pesawat ini mempunyai ukuran yang sangat besar, A380 mengadopsi desain airliner konvensional dengan bodi pesawat silinder yang lebih lebar dari 747. A380 memakai sayap yang dipasang rendah pada bodinya dengan 4 mesin di sepanjang bentangan sayapnya. Roda pendaratannya terdiri dari 22 roda sehingga beban pada setiap roda sama dengan pada Boeing 747 dan 777. Desain ini membuat A380 cocok dengan hamper seluruh landasan pada pelabuhan udara besar. Akan tetapi, bentangan sayapnya yang sangat lebar membutuhkan “taxiways” yang lebih lebar sehingga dua A380 dapat berpapasan. Banyak bandar udara juga harus membuat jembatan “jetway” tambahan untuk mengakomodasi banyaknya penumpang, dan sistem penanganan bagasi juga harus diupgrade. Bandar udara yang baik pada jalur internasional menginvestasikan jutaan dolar untuk melakukan upgrade ini agar siap jika A380 mulai beroperasi. Akan tetapi, penundaan pendanaan akan menjadi masalah utama pada semua operator A380.
Layout internal pada A380 adalah untuk penumpang pada dua dek atas, sementara pada kargo pada dek bawah. Airbus juga menawarkan beberapa kompartemen kargo seperti toko, lounge atau bahkan kasino, walaupun maskapai penerbangan yang “economics minded” tidak suka dengan usulan semacam itu. Kokpit pesawat sangat similar dengan keluarga pesawat A330/A340 untuk memudahkan pelatihan pilot. Kokpit berada di antara dek paling atas dan dek utama dengan ketinggian yang sama dengan pesawat yang lebih kecil agar pilot mudah beradaptasi.
Dua model dasar yang saat ini dipasarkan adalah model pesawat penumpang A380-800 dengan tempat duduk sampai 555 dalam 3 kelas dan model pengangkut A380-800F. Model lain saat ini juga sedang dalam pertimbangan. Total 17 maskapai penerbangan sudah memesan sekitar 195 pesawat pada Februari 2008 dan seorang pangeran Saudi Arabia juga memesan sebuah model VIP.
Pesawat ini mempunyai mesin empat mesin buatan Rolls-Royce Trent-900 yang mampu memberikan daya dorong 36.280 kg atau empat mesin kipas turbo Engine Alliance GP 7200 (sebuah perusahaan patungan General Electric dengan Pratt & Whitney), dengan daya dorong 37.003 kg.
Pesawat A380 versi standar memiliki 854 kursi untuk penumpang, sementara A380-900 memiliki 1000 kursi untuk penumpang. di atas pesawat ini terdapat pusat pembelanjaan,tempat bermain anak-anak, dan fasilitas-fasilitas lainya (semua fasilitas ini disediakan sebagai opsi, tergantung pesanan maskapai).

Daftar isi

Airbus A380 VIP ‘Flying Palace’ (‘Istana Terbang’)

Rancang bangun interior Airbus A380 berpenumpang 20 atau 60 orang berisikan peralatan lengkap kantor atau ruang tidur, kursi nyaman, cocktail bar atau ruang makan (dining room) atau relaxing zone dengan TV yang memiliki ukuran layar superbesar.[2][3]

Mesin

Tenaga disediakan dengan pilihan mesin turbofan Rolls-Royce Trent atau Engine Alliance GP7200. Rolls-Royce Trent pada awalnya menang dalam kompetisi (dipesan lebih banyak oleh para pemesan A380) namun, Engine Alliance memulihkan penjualannya dan pada sekarang ini mesinnya mendapat setengah bagian pasar.

Peluncuran

Airbus A380 diperlihatkan untuk pertama kalinya kepada publik pada Januari 2005. A380 melakukan penerbangan perdananya pada 27 April 2005 dari Blagnac Toulouse International Airport, Toulouse, Perancis pada 8:29 UTC dan kembali mendarat dengan selamat pada 12:22 UTC di bandara yang sama.

Fasilitas

Airbus dan maskapai penerbangan yang akan menggunakan A380 menekankan kemampuan pesawat ini yang meningkatkan kenyamanan penumpang seperti kabin yang lebih luas dan berbagai fasilitas lain seperti bar, toko-toko, bahkan kasino seperti yang diumumkan oleh Virgin Atlantic.
Namun, melihat pengalaman Boeing 747 yang dahulu juga menjanjikan hal serupa, kelihatannya ruang yang lebih luas ini kemungkinan tidak akan dipakai untuk hal-hal seperti itu namun hanya akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas pesawat dan menekan pengeluaran. Walau begitu, dengan perhitungan kapasitas 555 kursi, A380 seharusnya bisa menghadirkan kabin kelas ekonomi yang lebih luas.
Bandara juga memerlukan modifikasi pada terminalnya untuk dapat mengakomodasi naik turunnya penumpang yang lebih banyak. Gate 2 tingkat juga bisa diharapkan untuk meningkatkan efisiensi.

Opini

Opini publik saat pertama kali disajikan Airbus A380 adalah kekaguman akan ukurannya yang sangat besar dibandingkan B747 apalagi setelah melihat bahwa A380 benar-benar memiliki 2 tingkat dari depan sampai belakang.
Walau demikian, banyak juga yang mencemaskan akan terjadi kepadatan di bandara dan fasilitas-fasilitasnya termasuk saat mengambil bagasi dimana saat penumpang semakin banyak, jumlah bagasi yang diangkut akan meningkat.

Spesifikasi pesawat

Interior Airbus A380 “Flying Palace”
Airbus A380-800
1er vol de l' A380.jpg
Airbus A380 dalam warna Airbus
Jenis Pesawat penumpang sipil
Jumlah awak 2
Penerbangan perdana 2005
Penerbangan perdana komersial 2007
Produsen Airbus
Ukuran
Panjang 73 m
Sayap 79.8 m
Tinggi 24.1 m
Luas sayap 845 m²
Berat
Kosong 280.000 kg
Berat maksimum lepas-landas 560.000 kg
Kapasitas 555 (3-kelas)
840 (1-kelas)
Kap. bagasi 38 LD3 atau 13 palet
Tenaga
Motor Empat Rolls-Royce Trent 900 atau Engine Alliance GP7200 turbofan
Laju 271.560 lbf
Kinerja
Kecepatan laju 0.85 M (~ 902 km/jam)
Kecepatan maks. 0.96 M (~ 1020 km/jam)
Radius operasi 15.100 km
Ketinggian 13.100 m 43.000 kaki
Kecepatan naik m/min

Pemesanan

Saat ini, sekitar 15 maskapai penerbangan sudah memesan pesawat A380 ini dengan total 154 order. Pemesanan tertinggi dilakukan oleh Emirates sejumlah 41 buah. Maskapai lain yang juga memesan A380 ini antara lain Lufthansa, Qantas, Singapore Airlines,Korean Air, China Southern Airlines, Air France, dan Malaysia Airlines. Airbus sendiri juga menawarkan tipe ini kepada Garuda Indonesia. Pihak Garuda mengatakan sedang mengkaji tawaran ini, terutama mengingat kebutuhan Garuda akan pesawat berpenumpang banyak untuk melayani penerbangan Haji[4] . Airbus sendiri menyatakan bisa memenuhi pesanan 4 buah per bulan.
Penerbangan komersial pertama sudah digembar-gemborkan oleh Singapore Airlines yang sudah mempromosikan bahwa mereka akan menjadi maskapai pertama yang menggunakan A380 untuk rute London dan Sydney dari Singapura yang dijadwalkan dimulai pada akhir Oktober 2007.

Route-proving

Pada tahun 2006, Airbus A380 telah menjalani 18 hari tur keliling dunia (route-proving) menuju beberapa kota besar di dunia. Route-proving untuk tahun 2006 terbagi atas empat rute, yaitu:
Airbus A380 juga melakukan route-proving kedua pada tahun 2007 selama 12 hari dengan menggunakan nama Lufthansa. Route-proving untuk tahun 2007 terbagi atas tiga rute, yaitu:

Trivia

  • Kedatangan A380 di Hong Kong saat route-proving terlambat dua jam akibat kebocoran salah satu pipa hidraulik di Frankfurt. Di bandara Frankfurt tidak tersedia suku cadang A380 sehingga harus didatangkan dari pabriknya di Toulouse, Perancis.
  • Di München, lebih dari 23.000 orang memadati bandar udara Munich untuk melihat pesawat double-decker (dua tingkat) itu.

Konfigurasi

Airbus baru ini akan dijual dalam dua versi:
  • Pesawat terbang penumpang (A380-800)
  • Pesawat terbang penumpang (A380-900) (belum secara resmi diproduksi)
  • Pesawat kargo (A380-800F) (150 ton) (belum secara resmi diproduksi)
Perbandingan pesawat Airbus A380 dengan pesawat Boeing 747-8 Intercontinental

A380-900

Airbus akan menambah satu tipe untuk A380 (lebih panjang dari seri -800(79.4–73 m or 260–240 ft).[5]) yakni A380-900. Di mana pesawat ini mampu menampung 650 hingga 900 orang penumpang. Jika dibandingkan dengan A380-800 yang mampu menampung 800 orang penumpang tipe ini mampu memuat 200 orang penumpang lebih banyak. Bulan Mei 2010, Airbus mengumumkan penundaan produksi varian ini[6]. Maskapai yang tertarik membelinya antara lain Virgin Atlantic Airways dan Emirates [7]. Saat ini banyak maskapai penerbangan yang memiliki armada A380 yang memesan pesawat terbang penumpang terbesar di dunia ini. Untuk mengantisipasi masalah yang besar, pihak bandara Internasional sudah memodifikasi airbridge atau garbaratanya menjadi 2 tingkat.

Kecelakaan

Airbus A380 telah mengalami 1 insiden terhitung sejak Februari 2011[8][9]. Pesawat Airbus A380 milik maskapai Qantas dengan rute/jurusan Singapura-Sydney (QF32) (pesawat ini dinamai Nancy-Bird Walton) mengalami kejadian mesin no. 2 yang meledak (mengalami kerusakan)[10][11] di atas kota Batam, Indonesia[12][13]. Pesawat ini mendarat darurat di bandara Changi, Singapura. Pesawat ini membawa 433 penumpang dan 26 awak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurut CEO Qantas Airways, Qantas akan memberhentikan sementara pengoperasian Airbus A380 untuk memeriksa mesin pesawat Airbus tersebut. Mesin yang bermasalah tersebut adalah Rolls-Royce Trent 900. Investigator menyatakan penyebabnya adalah kebocoran oli mesin, diduga akibat cacat produksi.[14][15].

Referensi

Pranala luar

Artikel terkait
Pesawat serupa MD12 - B747 - Ilyushin Il-96
Seri desain yang sama A300 - A310 - A318 - A319 - A320 - A321 - A330 - A340 - A350 - A380 -

Rabu, 17 Februari 2016

sejarah pesawat boeing 737

hari ini kami mempostingkan sejarah pesawat boeing 737

Boeing 737

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Boeing 737

Boeing-Logo.svg


Air Berlin B737-700 Dreamliner D-ABBN.jpg

Boeing 737-700 dengan livery Air Berlin

Tipe

Pesawat jet berbadan sempit

Terbang perdana

9 April 1967

Status

Dalam produksi, dalam pelayanan

Pengguna utama

Southwest Airlines

Lion Air

Garuda Indonesia

Pengguna lain

Ryanair

Alaska Airlines

United Airlines

American Airlines

Tahun produksi

1966-sekarang

Jumlah produksi

8.471 unit (Maret 2015)

Harga satuan

737-100: US$32 juta
737-600: US$59.4 juta
737-700: US$78.3 juta
737-800: US$93.3 juta

737-900ER: US$99.0 juta

Varian

Boeing T-43

Boeing 737 Classic

Boeing 737 Next Generation

Boeing 737 MAX

P-8 Posiedon

Boeing 737 merupakan salah satu jenis pesawat komersial berbadan sempit dengan mesin ganda (twin jet) yang diproduksi oleh Pabrik Boeing di Seattle, Amerikas Serikat. Awalnya pesawat ini merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan Boeing 727 dengan kapasitas yang lebih sedikit dan berjarak pendek. Boeng 737 adalah produk Boeing yang paling laris di pasar penerbangan dunia dengan penjualan lebih dari 8000 unit hingga akhir Desember 2014 dengan pesanan yang belum terkirim mencapai 4037 unit pada bulan Oktober 2014. Boeing 737 merupakan pesaing utama dari pesawat berlorong tunggal keluaran Airbus yaitu Airbus A320.

Sejarah

Pada era 60-an, pesawat penumpang berkapasitas rendah dan jarak dekat didominasi oleh BAC 1-11 dan Douglas DC-9. Boeing ketika itu dapat dikatakan tertinggal dibanding dengan pesaing-pesaingnya dalam pembuatan pesawat berjarak dekat. Pada 1964, Boeing memulai program pembuatan 737 tetapi, untuk menghemat waktu Boeing menggunakan rancangan Boeing 707 dan Boeing 727 dalam pembangunan 737. Hal ini adalah satu kelebihan bagi 737 karena lebar fuselage 737 yang didesain ini mampu memuat enam tempat duduk, lebih satu dari BAC 1-11 dan Douglas DC-9.

Boeing 737 milik maskapai Astraeus.

737-100 adalah desain pertama Boeing dan karena bentuknya yang pendek dan gemuk, Boeing menggelarkannya "FLUF" untuk 'Fat Little Ugly Fella' di mana pada masa yang sama, industri penerbangan memanggilnya 'Baby Boeing'. Seri -100 dan -200 dapat dibedakan dengan seri-seri yang lain dengan melihat kedudukan mesinnya yang bercantum dengan sayap pesawat. Manakala Pratt and Whitney JT8D adalah mesin asal untuk model ini

Penerbangan perdana 737 (sebuah pesawat seri 100) dilaksanakan pada 9 April 1967 dan penerbangan komersial pada Februari 1968 oleh Lufthansa. Bagi 737-200, penerbangan perdananya ialah pada 8 Agustus 1967. Akan tetapi, hanya 30 pesawat 737-100 saja yang diproduksi.

Kokpit 737-200

Pada awal 1980, 737 mengalami perubahan yang besar, yaitu penggantian mesin 737 dari JT8D ke CFM International CFM56. Namun, mesin ini terlalu besar dibandingkan dengan JT8D, sehingga harus dipasang didepan sayap. Bagian bawah mesin ini terpaksa diratakan untuk tujuan kelegaan tempat. 737-300 mulai beroperasi pada tahun 1984.

Pada 1990 pula, kemunculan Airbus A320 yang dilengkapi dengan teknologi tinggi merupakan satu saingan baru bagi 737. Dan pada tahun 1993 Boeing memulai pembangunan '737 - X Next Generation (NG)'. Program ini adalah untuk pembinaan seri -600, -700, -800 dan -900.

Dalam pembuatan NG ini, perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik yang baru dan rancangan ulang mesin pesawat. 737 NG dilengkapi dengan teknologi-teknologi dari Boeing 777, tingkap kokpit berteknologi tinggi, sistem dalaman pesawat yang baru (diambil dari 777), dengan penambahan berupa 'wingtip' sehingga menjadi sayap lawi yang mengurangi biaya bahan bakar dan memperbaiki proses 'take-off' pesawat. Pesawat 737 NG boleh dikatakan sebagai sebuah model baru kerana ciri-cirinya yang banyak berbeda dengan seri-seri yang lama.

Pada tahun 2001, Boeing membuat 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dam menampung penumpang lebih banyak dari 707.

Boeing 737-800 milik maskapai Air Berlin.

Pada varian terbaru, yaitu Boeing 737-900 ER (Extended Range), cockpitnya telah dilengkapi dengan HUD (Head Up Display). Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer / pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik secara vertikal maupun horizontal. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit. Pesawat ini menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Lion Air merupakan launch customer pesawat ini.

Di Indonesia, Boeing 737 merupakan "standar" armada bagi maskapai-maskapai di Indonesia. Hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia pernah dan atau masih mengoperasikan 737, baik varian "original" (seri -200) varian "Classic" (seri -300, -400, dan -500), maupun "Next Generation" (seri -800 dan -900ER) Catatan: Varian 737 yang disebut di atas merupakan varian Boeing 737 yang pernah dan atau masih beroperasi di Indonesia.

Variasi

Seri-seri 737 dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

  • Original: Boeing 737 seri -100 dan -200 (Diproduksi pada tahun 1967 - 1988)

  • Klasik: Boeing 737 seri -300, -400, dan -500 (Diproduksi pada tahun 1983 - 2000)

  • Next-Generation (atau 737 NG): 737 seri -600, -700, -800, dan -900 (Diproduksi pada tahun 1997 - sekarang )

  • MAX (atau 737 MAX): 737 seri -7,-8, dan -9 (terbang perdana tahun 2017)

Variasi juga terdapat dalam separuh pesawat dalam generasi yang sama:

Boeing 737 Seri Orisinil

737-100

Boeing 737-100 merupakan boeing 737 terkecil dan paling pertama diproduksi, pengguna pertama boeing 737-100 dan pengguna pertama boeing 737 adalah Lufthansa pada tahun 1968. Hanya 30 Boeing 737-100 yang diproduksi. Sekarang, tidak ada sama sekali Boeing 737-100 yang beroperasi. Prototipe dari Boeing 737-100 saat ini berada di Museum of Flight di Seattle, Amerika Serikat.

Boeing 737-200 Aerosucre Airlines

737-200

Boeing 737-200 merupakan Boeing 737-100 yang dikembangkan untuk memenuhi pasaran Amerika. Pengguna pertama varian ini adalah United Airlines pada tahun 1968. Ada juga varian Boeing 737-200 Advanced yang merupakan varian Boeing 737-200 yang di upgrade kembali. Sekitar 1995 Boeing 737-200 diproduksi dengan yang terakhir diproduksi tahun 1988 untuk Xiamen Airlines.

Boeing 737 Classic Series

737-300

Boeing 737-300 merupakan varian pertama dari 737 classic series. Pengguna pertamanya adalah USAir dan Southwest Airlines. Kapasitas pesawat ini adalah 128 dalam konfigurasi 2 kelas dan 137 dalam konfigurasi satu kelas. Sekitar 1137 Varian ini diproduksi.

737-400

Boeing 737-800 milik maskapai Garuda Indonesia.

Boeing 737-400 merupakan Boeing 737-300 yang dipanjangkan, diluncurkan pada tahun 1985. Piedmont Airlines merupakan pengguna pertama dari varian pesawat ini. Sekitar 486 Boeing 737-400 diproduksi.

737-500

Boeing 737-500 merupakan varian Boeing 737 Classic Series terpendek. Pengguna pertama dari Varian ini adalah Southwest Airlines. Boeing 737-500 diciptakan untuk menggantikan Boeing 737-200.

Boeing 737 Next Generation

Pada tahun 1990, Airbus A320 Family muncul ke pasaran. A320 merupakan ancaman serius bagi Boeing 737 karena A320 memiliki desain dan kemampuan yang lebih baik dari 737. Oleh karena Boeing ingin kembali memegang pasaran, Boeing menciptakan Seri -600,-700,-800,-900 yang merupakan Boeing 737 Next Generation.

737-600

Boeing 737-600 merupakan Varian 737NG paling pendek. Boeing 737-600 dikembangkan dari Boeing 737-500. Pengguna pertama dari varian ini adalah Scandinavian Airlines. Pesaing utama dari Pesawat ini adalah Airbus A318, Embraer 195, Sukhoi Superjet 100 dan Bombardier CSeries. Sebanyak 69 Boeing 737-600 yang diproduksi.

737-700

Boeing 737-700 merupakan varian

737NG Paling pertama diproduksi. Varian ini dikembangkan dari 737-300. Pengguna pertama dari Varian Ini adalah Southwest Airlines. Adapun varian B737-700 lainnya yaitu 737-700C dan 737-700ER. 737-700C merupakan varian 737-700 yang dapat ditukar dari pesawat Penumpang menjadi Pesawat Kargo, sedangkan 737-700ER merupakan Varian 737-700 yang memiliki jarak tempuh maksimal yang lebih tinggi yaitu 5510NM (10.200KM)

Kabin Boeing 737-800

737-800

Boeing 737-900ER milik maskapai Lion Air.

737-800 merupakan Varian 737NG yang paling populer dan paling sukses. Pengguna pertama varian ini adalah Hapag-Llyod Flug (Sekarang TUIFly).737-800 merupakan pengganti dari Boeing 727-200.

Kokpit Boeing 737-700 BBJ

737-900

Boeing memperkenalkan B737-900 yang merupakan Varian 737 yang paling panjang dan paling kuat. Pengguna pertama dari varian ini adalah Alaska Airlines pada tahun 1997 dan mendapatkan delivery pertamanya pada tahun 2001. Namun, akibat dari jumlah pintu exit yang sama dengan Boeing 737-800, kapasitas pesawat hanya 189.

737-900ER

Boeing 737-900ER merupakan Boeing 737-900 yang dikembangkan dan ditambah jarak tempuhnya. Pengguna pertama dari Pesawat ini adalah Lion Air dengan order mencapai 201 pesawat. 737-900ER pertama diterima oleh Lion Air pada tahun 2007.

Boeing 737 MAX Series

Konsep artis Boeing 737 MAX

Boeing 737 MAX merupakan sebuah model pesawat yang saat ini masih dikembangkan oleh Boeing. Pesawat ini bertujuan untuk menggantikan Boeing 737 Next Generation. Pesawat ini merupakan generasi ke-4 dari Boeing 737. Peubahannya seperti mesin baru yaitu CFM International LEAP-1B yang lebih ekonomis dan pertambahan ukuran pesawat. Sampai saat ini Boeing telah menerima pesanan 1.700 Boeing 737 MAX [1]. Pesawat ini dijadwalkan akan diperkenalkan pada tahun 2017.

737 MAX-7

Boeing 737 MAX-7 merupakan Pengganti Boeing 737-700

Mesin CFM56 pada Boeing 737-400

737 MAX-8

Boeing 737 MAX-8 merupakan pengganti dari Boeing 737-800

737 MAX-9

Boeing 737 MAX-9 merupakan Varian 737MAX terpanjang dan merupakan pengganti Boeing 737-900 dan 737-900ER.

Variasi Militer

737 juga terdapat di dalam beberapa variasi untuk kegunaan militer.

Statistik


737-100 737-200 Advanced 737-300 737-400 737-500 737-600 737-700 737-800 737-900ER
Kru Kokpit

Dua

Kapasitas Penumpang

124 (Maksimum)

85 (2-kelas)

136 (Maksimum)

102 (2-kelas)

149 (Maksimum)

140 (1-kelas)

128 (2-kelas)

188 (Maksimum)

159 (1-kelas)

146 (2-kelas)

140 (Maksimum)

122 (1-kelas)

108 (2-kelas)

149

(Maksimum)

123 (1-kelas)

108 (2-kelas)

149 (Maksimum)

140 (1-kelas)

128 (2-kelas)

189 (Maksimum)

175 (1-kelas)

160 (2-kelas)

220 (Maksimum)

204 (1-kelas)

174 (2-kelas)

Panjang

28.65m

30.53m

33.4m

36.5m

31.1m

31.2m

33.6m

39.5m

42.1m

Rentang Sayap

28.35m

28.88m

35.79m

Tinggi Ekor

11.23m

11.13m

11.1m

12.6m

12.5m

Berat Kosong



32,700kg

33,200kg

31,300kg

36,378kg

38,147kg

41,413kg

44,676kg

Kecepatan Jelajah

Mach 0.74 (780km/jam)

Mach 0.785 (828km/jam)

Mach 0.78 (823km/jam)

Kecepatan Maksimum

Mach 0.82 (877km/jam)

Jarak Tempuh

2,850km

3,500km

4,204km

4,204km

4,444km

5,648km

6,370km

5,765km

6,045km

Kapasitas Bahan Bakar

17,900L

19,500L

23,170L

23,800L

26,020L

29,660L

Kecelakaan

Kecelakaan terakhir

Statistik kecelakaan

  • Salah Navigasi: 108 dengan korban jiwa 2802

  • Lain-lain: 6 dengan korban jiwa 242

  • Pembajakan pesawat: 96 dengan korban jiwa 325

Sabtu, 13 Februari 2016

KA INDONESIA

HALO, DIBAWAH INI ADLH KA PENATARAN DHOHO DAN PENATARAN EKSPRESS

Hasil gambar untuk ka penataran dhohoHasil gambar untuk ka penataran dhoho
Kereta api Penataran adalah kereta api ekonomi lokal yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya yang melayani rute Surabaya Kota-Malang-Blitar dan sebaliknya. Uniknya, sesampai di Blitar, kereta ini berganti nama menjadi Rapih Dhoho yang melanjutkan perjalanan kembali menuju Surabaya lewat Kertosono.
Dalam perjalanannya, kereta api ini berhenti di Stasiun Surabaya Kota (kecuali KA 466), Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, Sidoarjo, Tanggulangin, Porong, Bangil, Lawang, Singosari, Blimbing, Malang, Malang Kota Lama, Kepanjen, Ngebruk, Sumberpucung, Pohgajih (hanya KA 459 ke arah barat dan KA 466 ke arah timur), Kesamben, Wlingi, Talun, Garum, dan Blitar, dengan jarak tempuh total sekitar 170 km ditempuh selama sekitar 5 jam. Mulai 1 April 2015, tarif kereta api ini adalah Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00, bergantung jarak yang ditempuh penumpang.
Nama "Penataran" diambil dari nama candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Kabupaten Blitar

Jadwal Perjalanan

Berikut ini adalah jadwal perjalanan KA Penataran per 1 April 2015 (berdasarkan Gapeka 2015).
Rute Surabaya - Malang - Blitar
Stasiun KA 459 KA 461 KA 463 KA 465
Kedatangan Keberangkatan Kedatangan Keberangkatan Kedatangan Keberangkatan Kedatangan Keberangkatan
Surabaya Kota - 04.35 - 07.30 - 11.25 - 17.40
Surabaya Gubeng 04.43 04.45 07.38 07.40 11.33 11.35 17.48 17.50
Wonokromo 04.50 04.52 07.46 07.48 11.41 11.43 17.56 17.58
Waru 04.59 05.01 07.55 07.57 11.50 11.52 18.05 18.07
Gedangan 05.07 05.09 08.03 08.05 11.58 12.00 18.13 18.15
Sidoarjo 05.18 05.20 08.14 08.23 12.09 12.13 18.24 18.26
Tanggulangin 05.27 05.29 08.30 08.32 12.20 12.22 18.33 18.35
Porong 05.34 05.36 08.37 08.43 12.27 12.35 18.40 18.44
Bangil 05.49 05.53 08.56 08.59 12.49 12.55 18.57 19.15
Lawang 06.31 06.34 09.37 09.40 13.50 13.53 19.53 20.00
Singosari 06.45 06.47 09.51 09.53 14.04 14.06 20.11 20.20
Blimbing 06.56 06.58 10.02 10.04 14.14 14.16 20.29 20.31
Malang 07.05 07.10 10.11 10.25 14.23 14.33 20.38 20.45
Malang Kotalama 07.15 07.17 10.30 10.32 14.38 14.40 20.50 20.53
Kepanjen 07.38 07.40 10.53 10.55 15.01 15.08 21.14 21.17
Ngebruk 07.50 07.52 11.05 11.07 15.18 15.20 21.27 21.29
Sumberpucung 07.59 08.06 11.14 11.20 15.27 15.29 21.36 21.38
Pohgajih 08.18 08.24 Ls 11.30 Ls 15.40 Ls 21.48
Kesamben 08.35 08.44 11.40 11.42 15.50 15.56 21.59 22.01
Wlingi 08.57 08.59 11.54 11.56 16.09 16.11 22.14 22.17
Talun 09.05 09.07 12.02 12.04 16.17 16.19 22.23 22.25
Garum 09.19 09.21 12.15 12.17 16.31 16.33 22.37 22.39
Blitar 09.31 - 12.27 - 16.43 - 22.49 -
Rute Blitar - Malang - Surabaya
Stasiun KA 462 KA 464 KA 466 KA 468
Kedatangan Keberangkatan Kedatangan Keberangkatan Kedatangan Keberangkatan Kedatangan Keberangkatan
Blitar - 05.00 - 10.10 - 14.20 - 17.44
Garum 05.10 05.12 10.20 10.22 14.30 14.32 17.54 17.56
Talun 05.24 05.26 10.34 10.36 14.44 14.52 18.08 18.10
Wlingi 05.32 05.34 10.42 10.44 14.58 15.00 18.16 18.22
Kesamben 05.47 05.49 10.56 10.58 15.13 15.15 18.35 18.37
Pohgajih Ls 06.00 Ls 11.09 15.26 15.42 Ls 18.48
Sumberpucung 06.10 06.12 11.18 11.22 15.54 15.56 18.58 19.04
Ngebruk 06.19 06.21 11.29 11.31 16.03 16.12 19.11 19.13
Kepanjen 06.31 06.33 11.41 11.43 16.22 16.28 19.23 19.25
Malang Kotalama 06.54 06.56 12.04 12.06 16.49 16.51 19.46 19.48
Malang 07.01 07.07 12.11 12.20 16.56 17.05 19.53 20.00
Blimbing 07.14 07.16 12.27 12.29 17.12 17.14 20.07 20.09
Singosari 07.25 07.27 12.38 12.40 17.23 17.25 20.18 20.22
Lawang 07.38 07.45 12.51 12.55 17.36 17.40 20.33 20.36
Bangil 08.23 08.28 13.33 13.43 18.18 18.22 21.14 21.18
Porong 08.41 08.45 13.56 14.02 18.35 18.42 21.31 21.33
Tanggulangin 08.50 08.52 14.07 14.09 18.47 18.49 21.38 21.40
Sidoarjo 08.59 09.01 14.16 14.20 18.56 18.58 21.47 21.49
Gedangan 09.10 09.17 14.29 14.31 19.07 19.09 21.58 22.00
Waru 09.23 09.25 14.37 14.45 19.15 19.17 22.06 22.13
Wonokromo 09.32 09.34 14.52 14.55 19.24 19.27 22.20 22.22
Surabaya Gubeng 09.40 09.42 15.01 15.03 19.34 - 22.28 22.30
Surabaya Kota 09.50 - 15.11 - - - 22.38 -